Hitam gemerlap Hilang di binasakan Cahaya Suci

Kisah ini di dapat dari seorang pelajar SMA.
(Sekolah Menengah Atas) mungkin kalo agan kurang tau arti singkatan SMA :D
bernama Rino Alfat Hidayat panggilannya Rino. ia salah satu pelajar  SMA di Surabaya yang sempat membagi kisah kegelapan hidupnya hingga terang benerang kepada Saya.dia menceritakan pengalaman yang dialaminya. ia merasa sangat bangga karena memiliki seorang sahabat yang dapat mengubah kehidupan gelapnya menjadi terang benerang.

kisah gelapnya berawal ketika ia duduk di bangku SMP. ya mungkin masih kecil. masa-masa percobaan yang bikin kepo dikit-dikit -_-
Saat saya berbincang dengannya, akhirnya ia berani dan mau mengungkapkan masa kegelapannya. awalnya ia masuk rumah, lalu Lampu mati, akhirnya gelap -_-

======serius======
Ketika kelas 2 SMP, Rino memiliki banyak teman dekat, tetapi tidak mengondisikan Rino pada hal-hal baik. ia sering di ajak temannya pergi untuk nongkrong yang enggak2. kadang godain cewek, minum-minuman, sering ngutang tpi gk kebayar (parah), awalnya Rino anak yang kalem. lama kelamaan ia menjadi anak yang "kucing kampung" ya kayak gak keurus gitu. -Tuturnya, tetapi dia masih rajin sholat tapi maksiat jalan. ngaji sempat khattam 1 kali. tetapi berkat lingkungan, ngaji dan sholatnya melayang entah kemana. karena sudah keproduk sama lingkungannya.

Lalu Rino dan kawan-kawannya semakin menjadi-jadi, akhirnya mereka membentuk kelompok pertemanan ya bisa di bilang Genk-genkan gitu. tetapi sebuah komunitas sholat terus maksiat jalan :D hehehe.

Seiring berjalannya waktu, Rino pun tersadar. dan baru sadarnya ketika ia duduk di bangku 1 SMAnya skrg. ia menggunakan pikirannya untuk menghayati bahwa kehidupannya sudah kelewat batas. Di antaranya Sholat sudah bolong-bolong, ngaji pun sudah gak pernah. bisa dikatkan Nilai-nilai agamanya sudah Sirna. terus dia curhat ke temennya,===> "Bro, aku ingin pindah sekolah Islam. karena aku sudah gak tahan dengan kenakalanku ini" temannya menjawab ===> "Kamu gak perlu pindah, tinggal kamunya aja yang mengondisikan diri. walau sekolah Islam pun, kalo kamunya gak mengondisikan diri, ya bakalan sama aja". Rino balik menjawab ==> "caranya mengondisikan diri itu bagaimana ?" temannya kembali menjawab ==> "Aku pernah baca motivasi di suatu buku, dan aku ambil salah satu motivasi di buku itu yang mengatakan bahwa Kondisi Manusia, Tergantung dari Kondisi Lingkungannya. jadi kalo lingkungamu buruk, potensi itu bakal mempengaruhimu sob. jadi, kamu harus cari lingkungan baik. Kan disekolah ini banyak Ekskul. ya cari kesibukan di Eksul2 itu kan bisa sob"

Ketika itu Rino berfikir panjang. dan Akhirnya mengatakan ===>  "tapi sama aja, aku butuh lingkungan yang mengembalikan Nilai-nilai agamaku, di Rumah aku juga gk ngaji karena gk ada waktu. ya cuman di sekolah ini bro" temannya menjawab dengan tertawa===> "hahaha. di sekolah ini kan ada ekskul Islamnya, ya coba kamu ikutin deh sob" dan akhirnya Rino tersenyum dan mengatakan "Oh iya ya. tumben pinter kamu bro. biasanya dikit-dikit hank"

Setelah ia ngobrol panjang, keesokan harinya, ia memutuskan untuk mengikuti ekskul Islam di sekolahannya.

Berkat saran temannya saat di kelas 1 SMA itu, ia terus bertahan hingga kelas 3 SMA. dan berkembang pesat. perilaku SMP nya sedikit demi sedikit tergantikan dengan sikap yang semakin dewasa dan religius. tapi sayangnya teman yang menyarankan Rino tadi malah semakin gak karuan -_- . ya mungkin bener kata orang "Hidup seperti roda. gak selalu di atas" tapi kalo kita ingin di atas, ya bisa... dengan cara mempertahankannya. bahkan lebih tinggi pun bisa. sampai Rodanya copot. (Raihlah cita-cita setinggi langit)

Dan kini ia sangat bersyukur kepada Sahabat-sahabat yang telah merubah kehidupannya di Ekskul islam tersebut. saat saya tanyai terakhir kalinya ==> Setelah Lulus SMA, apa yang ingin kamu lakukan ?
ia menjawab ===> "Aku ingin menyelamatkan adik-adik atau saudaraku yang mungkin masih belum ada cahaya dalam kehidupannya. yang mungkin kisah hidupnya sama denganku. Aku sangat bersyukur. gak kebayang gimana jadinya kalau aku gak ngikutin saran temen waktu kelas 1 SMA dulu. kini aku tampak seperti baru lahir. memulai kehidupan baru."

Saya pun meneteskan 1000 air mata pada hati. Sungguh kisah yang sangat menginspirasi.
Sobat, Jangan buat Hatimu menangis kesedihan karena kegelapan. carilah Cahaya kebajikan. Cari dan Cari, jika sudah terang benerang. Selamatkan yang lain. seperti dirimu diselamatkan. Kisah di atas dapat kita ambil hikmah. bahwa Lingkungan sangat memproduk diri kita. dimanapun kita berada, Lingkungan akan mempengaruhi. entah jangka pendek atau jangka panjang kedepannya. tapi kita bisa kok mempengaruhi lingkungan. cuman orang-orang hebat yang bisa. jika kamu bisa, berarti kamu hebat. tapi resikonya jika gagal, kamu yang akan terpengaruh. ya saran, jangan coba-coba dan perlu keseriusan.
Oke sob ?

Jangan lelah tuk Berkarya. Jangan berhenti berkarya. engkau sahabat engkau sepikat hatiku. dan engkau mesin pembuat karya. jika mesin berhenti, maka Stok Karya juga berhenti. semangat ! 



0 komentar:

Posting Komentar

Previous Posting Lebih Baru
Hitam gemerlap Hilang di binasakan Cahaya Suci